My diary

04.47 Edit This 2 Comments »

On September, 9th 2008

Di Hari Pertama Kuliah

Hari ini semua berawal dengan kelalaianku dalam tugasku sebagai kalifah dimuka bumi ini,,aku tertidur pulas saat semua makhluk Tuhan asyik menikmati indahnya merendahkan diri di hadapan Allah SWT.Sedangkan aku??? Aku hanya tertidur mengikuti bisikan syaitan yang menyeretku ke lembah kenistaan.

Kegiatanku pun ku mulai dengan kuliah di jam 10.20 WITA,,kuliah kimia inti garapan pak Darminto. Entah mengapa aku sama sekali kurang tertarik dengan metode kuliah yang dibawakan oleh beliau. Sungguh sangat kurang menarik.aku takut ini bisa mempengaruhi minat aku terhadap mata kuliahnya. Semoga saja dengan ketakutanku ini membuat aku bias lebih menyukai mata kulainya. Sebab masa depanku tergantung pada mereka semua atas ketentuan yang di buat oleh Tuhan ku.

“Alhamdulillah kuliah selesai” jawabku. Sebuah kata-kata yang sebenarnya tak pantas aku sebut. Entah mengapa aku seneeng banget.

Sepulang di kost,,aku istirahat saja..aku capeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkk banget!!!!

Belum sempat terlelap,,aku terbangun Karena suara salah seorang juniorku..ia orangnya lucu,,botak,itam,n apa ya??astaga,,aku telah menghina ia,,tapi aku kasihan banget ma ia,ia kadang pesimis terhadap kemampuan yang ia miliki. Tapi aku berusaha meyakinkannya dengan memberinya dukungan meski gak begitu bernilai. Kami ngobrol panjang saat itu,,tiba-tiba iman ku di uji dengan kedatangan seorang anak kecil yang kumuh,lusuh, n acak-acakan..oh Tuhan, ternyata ia seorang pengemis. “kak, minta ka beras ta” begitu katanya dalam bahasa makassar. Aku gak sanggup untuk tidak memberinya. Aku berusaha mempertebal keimanan dalam hati yang sebenarnya hanya setebal kulit ari seorang bayi manusia. Aku mengambil ¼ liter dari karung berasku dan menumpahkannya ke dalam kantong merah yang sobek milik pengemis tersebut. Terima kasih oh Tuhan telah memberikan kesempatan kepadaku untuk bias merasakan kehidupan yang layak. Aku cukup beruntung lahir dari keluarga yang sederhana….Terima kasih oh Tuhan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

On September, 30th 2008

Malam Takbiran

Malam ini,,tepat malam dimana akhir dari perjuangan para muslim untuk membenah diri untuk menghadapi cobaan2 di luar bulan Ramadan yang telah siap menjemput manusia dari kehidupan yang bahagia menuju ke kehidupan yang membuat kita G’ bisa lagi bedain mana bener n’ mana salah….

Aku harap kan terjadi perubahan dalam diri Gue,,dimana yang dulunya aku ibadahnya gak rajin2 amat bisa kagak putus2 lagi dah…(Amin!!!!). malam ini juga dimana2 aku denger takbir berseru2,,kayak burung di pagi hari yang sangat riang memanggil teman2nya tuk mengisi hari dengan semangat yang baru,,kehidupan yang baru…mungkin seperti itu deh…susah ngegambarin keadaan malam ini…

Anak2 di kampungku pun ikut memeriahkan malam takbiran ini dengan membunyikan beberapa meriam gadungan yang merupakan duplikat meriam jaman belanda yang biar nembak musuh G bakal mati2 dah,,karena ukuran n’ bentuknya yang hanya terbuat dari sepotong bambu yang kalau di liat jauh neh,,gak beda jauh ama pentongan yang kadang di pake para petugas SISKAMLING di kampung aku tuk ngejaga lingkungannya..

Tapi apapun itu,,aku amat sangat salut ama mereka deh,,wuiihh,, semangatnya menggebu2 tuk memeriahkan malam ini…bayangkan coba,,bambu ini butuh perjuangan yang gigih buat ngedapatinnya (ce’I lehhh..kayak orang2 JADUL yang gigih ngerebut kemerdekaannya).pertama..mereka harus dapat ijin dulu ama ORTU dapat restu tuk ngambil bambunya,,g’ gampang loh,,mesti pake rayuan gombal yang bisa ngalahin romeo saat ngenembak Juliet,,(sadis ya!!??). kedua, mereka2 tuh harus ngelewatin rintangan tuk sampai ke tempat pengambian bambu,padahal jalannya itu terjal lho,,(Gimana g’ terjal kalo yang di lewati itu sawah n kebun tetangga yang dekat ma jurang).lepas dari rintangan kedua,,wuiih,,,ini nih,yang ketiga mereka harus siap2 hadapi orang2 kampung yang kagak rela kampung mereka bising,,,mesti lari dari incaran mereka itu prioritas utama dalam memperjuangkan bambu ini,,abiz kalo kedapatan bisa2 bambunya di tebas jadi 3 pake jurus ala JACKY CHAN…..

Tapi syukur deh,,sampai gua nulis diary ini,,situasi aman n’ terkendali…kagak ada yang ngerasa terganggu…semua nikmati kesibukannya sendiri..keramaian ini menjadi sejarah baru dalam hidup aku yang terukir jelas dalam lembaran2 kehidupanku yang telah terbaca olehku dari ukiran takdir yang telah di gariskan sang “Khalid” kepadaku…Udah dulu aah,,,dah capekk…..!!!!!!!!!!!!

See you bye,,bye,,,bye,,,,

On October, 11th 2008

HAri yAng mEnyeBalkaN (BANK)

Cerita ini dimulai di hari kemarin,,okay kita start dijam 08.30 WITA. Pagi itu,,ardi temanku membawa kabar kepadaku bahwa jalur penerimaan beasiswa telah berubah. Dulunya penerimaannya di lakukan di BAAK kampus aku, tapi sekarang telah di alihkan ke BANK..PAdahal aku kan gak tau sama skali prosedur ala BANK. Sukur ternyata orang yang gak tau prosedur orang BANK bukan aku saja. Orang yang mengadu tentang perubahan jalur peneriman beasiswa yang tak lain adalah aRdi juga gak tau..(aduh…gimana seh lho berdua?!)

Kami nyoba mempertebal percaya diri kami tuk melangkah ke dalam ruangan yang penuh dengan tumpukan arsip kantor yang berisi orang2 yang sibuk bekerja di depan layar computer. Mereka adalah pekerja di kampus aku,,lalu akupun melngkh mendekati seorang lelaki tua yang umurnya mungkin dah 40an. Lelaki berkumis yang di atas mejanya bertuliskan “KABAG KEMAHASISWAAN”. Ia adalah pak Karim yang mengetahui banyak tentang persoalan mahasiwa termasuk tentang beasiswaku ini. Akupun bertanya kepada beliau tentang perihal prosedur pengambilan beasiswa yang katanya neh,,dah lewat BANK bo’. Busyet..ternyata jawaban yang keluar dari mulutnya ternyata kata2 yang aku do’ain gak bakal keluar dari mulutnya yang terlindung oleh bulu kumis yang tebal yang membuat wajahnya brewok. Ia membenarkan kabar tersebut. “prosedur penerimaan beasiswa telah di alihkan ke BANK dek,,jadi kamu Cuma menyetor no rekening kamu dari bank truz kami dari pihak kampus akan mengirimkan uang kalian ke no rekening kalian masing2” katanya dengan bijak. Padahal kebijakan kampus ini neh,, justru membuat aku gak bias tidur mikirin truz,,mikirin gimana mau ngomong ama petugas BANK kalo dah nyampai di sana. Hal yang seperti ini semestinya tidk dialami olehku yang telah menyandang gelar MAHASISWA di perguruan tinggi ini.

Aku dan ardi memberanikan diri tuk berangkat ke BANK,,ardi yang ya..tau dikitlah tentang BANK gak terlalu gugup seperti aku ketika kami ke BANK. Aku dan ardi pun melangkah pelan keluar dari ruangan yang dingin berAC yang membuat aku semakin dingin akibat mau ke BANK..hal yang tersulit bagiku adalah berurusan dengan BANK, entah mengapa aku takut ama perusahaan milik Negara yang atu ini nihh..B-A-N-K.

Motor Suzuki milik ardi yang menjadi kendaraan kami menuju BANK, ardi pun menarik full gas motornya yang membuat roda kendaraan semakin cepat berputar melambung kendaran yang lain. Artinya kamipun semakin dekat dari BANK, di sisi lain ardi tega padaku yang gak bisa mebaca raut wajahku yang gugup banget yang tergambar jelas di depannya betapa pucatnya pemilik wajah tampan

2 komentar:

ruang tengah mengatakan...

ha..ha...ha...
wuihhh irwan nda bae cerita ke oang ntar nabaca ardi marah2ki he..he..he...

Dasar.....ada publikasi diary nih..

ruang tengah mengatakan...

kunjungi juga blog nya abi: lautancahaya@blogspot.com..